Sabtu, 28 Juli 2012

Mengenal lebih jauh Rumput Brachiaria humidicola sebagai pakan ternak Domba




Nama latin
Brachiaria humidicola (Rendle) Schweick

Diskripsi tanaman
Tanaman rumput tahunan yang mempunnyai banyak stolon dan rizoma dan membentuk lapisan penutup tanah yang padat. Batang vegetatif prostrate pada bagian bawah dimana dibentuk akar dari buku yang lebih bawah. Helai daun lebar 5-16 mm, dan panjang sampai 25 cm. Tangkai bunga tegak, tinggi 20-60 cm. Inflorescence panjang 7-12 cm, dengan 2-5 tandan, kelompok bunga berbulu.

Penggunaan/pemanfaatan
Ditanam untuk padang gembala permanen dan sebagai penutup tanah untuk menahan erosi dan gulma. Dapat digunakan sebagai hay dan untuk menekan nematoda pada sistem tanaman pangan.

Ekologi

Persyaratan tanah
Tumbuh pada beragam janis tanah mulai dari tanah sangat asam tidak subur (pH 3,5), tanah dengan Alumunium tinggi, tanah liat berat merekah, sampai tanah pasir berbatu pH tinggi. Kebutuhan Ca rendah. Tahan terhadap tanah berpengairan buruk dan sering ditemukan pada tanah liat basah musiman.

Air
B. humidicola memerlukan 1000-4000 mm curah hujan tahunan dengan distribusi yang baik. Kurang baik pada lingkungan <1600 mm curah hujan tahunan dan >6 bulan musim kering. Lebih tahan pada daerah dengan pengairan buruk dan penggenangan jangka pendek dibandingkan dengan rumput lain.

Suhu
B. humidicola tumbuh paling baik pada lingkungan dataran rendah tropis, tetapi dapat juga tumbuh pada ketinggian sampai 1000 m dan dapat ditemukan di daerah dataran rendah pada lintang sampai 27o. Daya tahan suhu beku rendah.

Cahaya
Tumbuh terbaik pada sinar matahari penuh tetapi daya tahan naungan sedang (misalnya dibawah perkebunan kelapa yang sudah tua). Kurang tahan naungan dibanding Stenotaphrum secundatum .
Perkembangan reproduksi
B. humidicola biasanya berbunga pada tengah musim panas dan berbunga dengan lebat pada garis lintang >10o.

Penggembalaan/pemotongan
Tumbuh paling baik dibawah kondisi penggembalaan sedang sampai berat karena kemampuan tumbuh stolon yang sangat kuat, memberi penutupan tanah yang baik meski dibawah kondisi penggembalaan berat. Dibawah kondisi penggembalaan ringan, lapisan daun dan batang yang tebal akan membentuk tumpukan hjjauan berkualitas rendah.

Agronomi

Penanaman
B. humidicola tumbuh dengan cepat dengan potongan batang (stek) yang ditanam dengan jarak 1m x 1m. Juga dapat ditanam dengan menyebarkan stolon diatas tanah yang sudah disiapkan kemudian ditutup sedikit secara merata.
Dapat ditanam dengan biji 2-8 kg/ha (tergantung pada persentasi germinasi). Paling baik bila ditanam pada bedengan yanag sudah disiapkan dengan baik kemudian ditutupi sedikit dengan merata.

Spesies pasangan
B. humidicola tumbuh sangat agresif dan mencegah spesies lain tumbuh sehingga sangat berguna pada penanaman padang gembala di daerah tropis lembab karena dapat menekan pertumbuhan gulma berdaun lebar. Untuk alasan yang sama, tanaman ini tidak cocok ditanam dengan hampir semua jenis legum, tetapi dapat tumbuh baik bersama legum seperti Desmodium heterophyllum , D. heterocarpon subsp. ovalifolium, Arachis spp.

Nilai pakan

Nilai nutrisi
Nilai nutrisi baik (PK 5-17%) mengingat rendahnya kesuburan tanah dimana tanaman ini tumbuh. Kecernaan berkisar dari 48-75%. Biasanya kualitas lebih rendah dibanding spesies Brachiaria yang lain (B. decumbens , B. brizantha atau B. ruziziensis ) dengan kecernaan menurun dengan cepat bila tidak digembalai.

Palatabilitas/kesukaan
Palatabilitas sedang dan langsung dimakan ternak ketikan tanaman dipertahankan tetap rendah dan banyak daun. Palatabilitas dapat menjadi rendah ketika ditanam pada tanah asam tidak subur karena helai daun menjadi sangat berserat dan berpigmen tinggi. Di Malaysia, domba yang digembalakan pada rumput koroniva pada tanah asam tidak subur mengalami luka-luka pada wajah karena tergores ujung daun berserat yang tajam yang perlu dipotong secara teratur.
Fotosensiitisasi telah ditemukan pada kuda yang digemabalakan pada B. humidicola selama 5 bulan. Konsentrasi Ca rendah dan oksalat yang tinggi mungkin juga menyebabkan penyakit "kepala besar" (parathyroidism) pada kuda. Dapat diatasi dengan pemberian pakan mineral yang tepat.

Potensi produksi

Bahan kering
Produksi BK dipegaruhi sangat kuat oleh kesuburan tanah dan berkisar sekitar 7-34 ton/ha/tahun.

Produksi ternak
Dapat memberikan kenaikan berat badan yang tinggi per hektar karena tanaman ini dapat menahan tingkat penggembalaan yang tinggi. Di Panama, padang gembala murni digembalai dengan 4 ekor/ha, memberikan kenaikan berat badan 0,32 kg/ekor/hari dan 501 kg/ha/tahun sementara dengan Pueraria phaseoloides , kenaikan berat badan ternak adalah 0,38 kg/ekor/hari dan 585 kg/ha/tahun.
Didaerah tropis lembab di Vanuatu, ternak digembalakan pada padang gembala rumput koroniva/legum mendapat kenaikan berat badan 0,74, 0,68 dan 0,55 kg/ekor/hari pada tingkat penggembalaan masing-masing 2, 2,5 dan 3,5 ekor/ha, selama masa penggembalaan 2 tahun.

Produksi biji
Biji dapat dipanen tangan. Panen dapat mencapai sekitar 200-300 kg/ha. Biji mungkin dorrman selama 9 bulan dan harus disimpan dalam suhu rendah dan kondisi kelembaban rendah untuk mencegah penurunan kualitas biji, yang bisa sangat parah.
Pembentukan bunga terbatas dan produksi biji rendah pada garis lintang rendah.

Keunggulan
  • Tumbuh baik pada tanah tidak subur.
  • Mudah ditanam dan menyebar dengan cepat dengan potongan batang.
  • Kemampuan sangat baik untuk menekan gulma.
  • Tetap menutup tanah dengan baik dibawah kondisi penggembalaan berat.
  • Daya tahan memadai terhadap spittlebugs.
  • Kenaikan berat badan per ha tinggi karena kemampuannya untuk mendukung tingkat penggembalaan yang tinggi.
Keterbatasan
  • Kurang disukai ternak, terutama domba.
  • Sulit mempertahankan legum yang ditanam bersama.
  • Memerlukan penggembalaan/pemotongan yang sering untuk mempertahankan kualitas.
  • Rentan terhadap penyakit karat.
  • Kualitas lebih rendah dibanding Brachiaria spp lain.
Pustaka pilihan
CIAT (1992). Pastures for the Tropical Lowlands. CIAT, Cali, Colombia.
Miles, J.W., Maass, B.L. and do Valle, C.B. (eds) (1996) Brachiaria: Biology, Agronomy and Improvement. CIAT, Cali, Colombia.
Schultze-Kraft, R. and Teitzel, J.K. (1992) Brachiaria humidicola (Rendle) Schweick. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 62-64. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).
Thomas, D. and Grof, B. (1986) Some pasture species for the tropical savannas of South America. III. Andropogon gayanus , Brachiaria species and Panicum maximum . Herbage Abstracts, 56, 557-565.

Kaitan Internet

Manajemen Pemberian Pakan Efektif Pada Kambing Perah


Kecukupan nutrisi pokok  pada ternak kambing perah harus diperhatikan. Kebutuhan nutrisi tersebut digunakan untuk pertumbuhan, reproduksi, laktasi, gerak dan kerja. Oleh karena itu, pemberian pakan haruslah memperhitungkan semua kebutuhan tersebut. Dengan kata lain, pemberian pakan disesusaikan dengan kebutuhan ternak.

Hijauan merupakan pakan utama bagi ternak kambing perah. Namun demikian, pemberian pakan penguat (konsentrat) sangat diperlukan agar ternak dapat berproduksi optimal. Pakan hijauan yang diberikan minimal terdiri dari 3 macam hijauan, yaitu jenis rumput, legume (kacang2an) dan daun-daunan. Adapun jenis pakan penguat (tambahan) berupa campuran beberapa limbah hasil pertanian, seperti dedak padi, dedak gandum (polard), bungkil inti sawit, bungkil kelapa, molasses serta mineral dan vitamin.

1.Pakan untuk kebutuhan hidup utama ternak kambing perah
Kebutuhan gizi untuk kebutuhan hidup pokok pada ternak kambing perah, merupakan kebutuhan yang paling rendah dalam siklus hidupnya. Umumnya kebutuhan ini dapat dipenuhi dari asupan pakan hijauan. Kambing perah akan memperoleh gizi, khususnya energy dan protein untuk kebutuhan hidup utamanya dari hijauan berkualitas baik. Apabila kualitas pakan hijauan yang diberikan kurang baik, ternak perlu diberikan pakan tambahan, seperti dedak padi dan onggok.
Pemberian pakan hijauan dari jenis legum (kacang2an) akan menambah pemenuhan kebutuhan protein pada ternak kambing perah. Cara ini yang paling mudah dan murah dilaksanakan oleh peternak dipedesaan. Beberapa makanan ternak jenis legume yang banyak ditanam  adalah lamtoro, kaliandra, glirisidia dan turi. Adapun penambahan mineral sangat dianjurkan untuk mengatasi kemungkinan kurangnya asupan mineral dari pakan hijauan. Beberapa mineral yang bisa diberikan adalah garam dapur, kapur, tepung tulang dan mineral mix.

2.Pemberian pakan saat ternak dalam masa kawin
Salah satu upaya untuk meningkatkan keungkinan kelahiran kembar, 2-3 minggu sebelum masa kawin ternak diberi pakan kualitas baik (flushing). Contohnya, pemberian pakan konsentrat dengan kandungan protein kasar (PK) 18-20% sebanyak 1-1.5 kg/ekor. Setelah kawin, pakan hijauan yang diberikan ditingkatkan secara bertahap, baik jumlah dan kualitasnya. Pemberian pakan hijauan dengan cara dicampur  (rumput+daun-daunan /legume, dan limbah hasil pertanian) sangat baik untuk ternak kambing perah anda.

3.Pemberian pakan saat ternak kambing perah bunting
Ternak bunting memerlukan jumlah pakan lebih banyak dari ternak yang tidak bunting. Pakan tersebut digunakan untuk pertumbuhan cempe yang dikandungnya dan untuk si induk. Saat usia kebuntingan 3 bulan, kebutuhan gizi sangat tinggi. Hampir 70-75% pertumbuhan cempe yang dikandung terjadi pada masa ini. Oleh karena itu, kambing bunting harus diberikan pakan dalam jumlah yang cukup dan berkualitas baik, terutama kandaungan protein dan energy. Kekurangan gizi pada saat induk bunting akan mengakibatkan berat lahir anak yang rendah, lemah dan ahirnya mati.

Pemberian pakan harus memperhatikan kondisi ternak jangan sampai berlebihan (overfeed), terutama pada induk muda. Pemberian pakan yang terlalu banyak saat induk bunting menyebabkan janin cempe terlalu besar sehingga mempersulit proses kelahiran. Oleh karena itu pemberian pakan harus dalam jumlah cukup dengan kandungan gizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan ternak.

Berikut ini adalah cara pemberian pakan untuk kambing perah pada kondisi bunting:

  1. Beri pakan hijauan rumput dan legume dalam jumlah berlebih (ad libitum) denga perbandingan 60% rumput dan 40% legume/dedaunan.
  2. Beri pakan tambahan yang memiliki kandungan protein kasar (PK) 14-16% sebanyak 0.5-1kg/hari. Penambahan pakan sumber protein (konsentrat) 0.5-1kg atau bisa juga diganti dengan umbi-umbian (singkong. Ketela rambat) atau limbah agroindustri seperti ampas tahu, ampas tempe, ampas bier dan bungkil inti sawit. Pemberian pakan tambahan tersebut sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi gizi induk bunting.
  3. Air selalu tersedia secara bebas
  4. Berikan tambahan mineral blok (garam) untuk mengatasi kemungkinan kekurangan mineral dalam pakan.


4.Pakan induk menyusui dan pakan anak sebelum sapih.
Pada saat menyusui (laktasi) kebutuhan pakan induk dan anaknya merupakan satu kesatuan. Pada anak yang menyusu langsung pada induknya, konsumsi pakan anak tergantung dari banyaknya susu induk yang dihasilkan.

A.Pakan Induk Menyusui
Induk menyusui membutuhkan asupan nutrisi pakan paling banyak dibandingkan fase fisiologis lainnya. Hal ini dikarenakan induk menyusui memerlukan gizi untuk proses menyusui selain kebutuhan gizi untuk perbaikan kondisi tubuhnya pasca melahirkan. Pakan induk menyusui paling tidak membutuhkan pakan yang mengandung protein kasar 14-16%. Pakan jenis hijauan sebaiknya diberikan dengan porsi berlebih dengan rasio hijauan jenis rumput 50% dan jenis legume 50%. Pakan tambahan diberikan dengan kadar protein kering 14-16% sebanyak 0.5 hingga 1 kg/ekor/hari tergantung banyak tidaknya produksi susunya.
Pemberian tambahan mineral sangat diajurkan pada kondisi ini, tujuannya untuk menghindarkan kekurangan mineral bagi si induk laktasi. Jenis pakan mineral yang diberikan bisa mineral blok atau mineral komplit yang banyak dijual ditoko pakan ternak setempat.

B.Pakan untuk anakan kambing perah sebelum sapih

Usia Cempe
Jenis Pakan yang Diberikan
1-3 hari
Kolustrum Induk
4-7 hari
500-600cc/hari susu induk. Diberikan 3-4 kali per hari
2 minggu
800cc/hari campuran susu induk dengan susu sapi (50:50), diberikan 3-4 kali/hari
3-4 minggu
1 ltr susu sapi diberikan 3 kali/hari
Mulai usia 4 minggu, cempe diperkenalkan dengan pakan padat (hijauan/konsentrat) untuk merangsang perkembangan rumen. Pakan konsentrat yang diberikan harus berkualitas baik dengan kandungan protein kasar 15-18%. Contoh adalah sebagai berikut:
-Dedak padi          : 10-15%
-Pollard                 : 15-20%
-Bungkil kedelai : 15-20%
-Onggok                : 25-30%
-Bungkil kelapa  : 10-15%
-Molases                : 5-10%
-Mineral mix      : 1-2%
5-8 minggu
1.5-2ltr susu sapi/hari + rumput/legum + konsentrat
9-10 minggu
Sama seperti diatas, namun pemberiannya 2 kali sehari
11-12 minggu
Pemberian susu sapi sekali sehari (jumlahnya dikurangi hingga 1ltr/hari). Pakan hijauan dan konsentrat tersedia setiap saat. Air minum mulai diperkenalkan.
Sumber table: Sutama,Budiarsana. Panduan Lengkap Kambing & Domba, Penebar Swadaya 2009, hal 77-78.

Manajemen Perawatan dan Pemeliharaan Domba - Kambing


A. Perawatan Ternak

Perawatan merupakan salah satu bagian daripada pemeliharaan ternak yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Beberapa perawatan penting yang harus dilakukan secara rutin dalam pemeliharaan ternak yaitu domba kambing antara lain:

1). Memandikan
Ternak yang tidak pernah dimandikan, maka bulunya akan kotor, gembel dan lembab terutama domba yang tidak pernah dicukur bulunya. Keadaan seperti ini merupakan tempat yang baik untuk bersarangnya kuman penyakit, parasit dan jamur yang dapat membahayakan terhadap kesehatan ternak.
Tujuan memandikan ternak yaitu untuk menjaga kesehatan ternak dari kuman penyakit, parasit dan jamur yang bersarang dalam bulu. Ternak yang dimandikan tampak lebih bersih, menarik dan lebih sehat. Sebaiknya ternak dapat dimandikan secara rutin untuk jantan seminggu sekali sedangkan betina dapat
dimandikan sebulan sekali. Dalam memandikan ternak jantan dapat di dalam kandang atau dapat dilakukan di luar kandang atau di tempat pemandian (sumur dan kolam renang), sedangkan ternak betina dimandikan di dalam kandang sekaligus untuk sanitasi kandang.

2). Pencukuran bulu
Domba yang tidak pernah dicukur bulunya akan menjadi gembel dan akan sulit untuk dibersihkan, kondisi bulu yang seperti ini merupakan tempat yang baik untuk bersarangnya penyakit, parasit dan jamur yang dapat membahayakan kesehatan ternak.
Tujuan dilakukan pencukuran yaitu untuk menjaga kesehatan dari kuman penyakit, parasit-parasit luar (ekto parasit) seperti kutu serta penyakit kulit lainnya yang disebabkan oleh jamur. Selain untuk pencegahan penyakit, pencukuran juga dilakukan untuk memperindah domba terutama pejantan. Pada betina, seluruh rambut yang menempel di badan dipotong sedangkan pada jantan biasanya disisakan pada bagian leher (jenggot) dan punggung bagian depan untuk menambah kesan kejantanan dan keindahan ternak.Sebelum dicukur sebaiknya domba dimandikan terlebih dahulu agar dalam pelaksanaan pencukuran lebih mudah.
Pencukuran dapat dilakukan setahun 1 sampai 2 kali pada betina, sedangkan pada pejantan dilakukan setiap 3 sampai 4 bulan karena pejantan harus selalu kawin dan jika rambutnya panjang akan mengganggu aktivitas perkawinan, juga mengurangi keindahan. Pencukuran yang pertama dilakukan pada waktu domba telah berumur lebih dari 6 bulan agar domba tidak stress.

3). Pembutrikan
Pembutrikan merupakan kegiatan khusus dalam perawatan anak jantan dan jantan muda serta jantan dewasa. Pembutrikan merupakan pemotongan bulu disekitar tanduk khusus untuk domba garut jantan. Bulu disekitar tanduk dipotong sampai bersih karena bulu disekitar tanduk tersbut akan tumbuh dengan baik dan cepat sehingga dapat menghambat daripada pertumbuhan tanduk, karena tanduk dan bulu akan berebutan makanan, sehingga dengan dilakukan pembutrikan ini tanduk akan tumbuh dengan cepat.
Anak jantan mulai dibutrik pada umur satu bulan dan selanjutnya dibutrik setiap bulan untuk mempercepat proses pertumbuhan tanduk. Pada domba garut perawatan tanduk merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi daya jual domba tersebut.
Selain untuk mempercepat pertumbuhan tanduk, khususnya pada pejantan dewasa akan menyebabkan kerusakan pada tanduk yaitu tanduk akan mudah keropos dan pecah dan apabila diadukan maka tanduk akan pecah.

4). Pemotongan kuku
Pemotongan kuku merupakan salah satu dari kegiatan perawatan kesehatan DOKA. Kuku yang panjang akan mengganggu proses pertumbuhan anak, karena anak akan berjalan dengan tidak wajar akibat terganggu oleh kuku.
Cara berjalan yang tidak wajar tersebut akan terus terbawa sampai dewasa, hal ini akan menurunkan nilai jual. Pada domba dewasa, pemotongan kuku juga merupakan langkah preventif terhadap kemungkinan terjangkitnya penyakit kuku (pododermatitis) akibat banyak terselipnya kuman-kuman penyakit pada sela-sela kuku. Selain itu kuku yang panjang terutama pada jantan akan mengganggu proses perkawinan karena pejantan tidak bisa berdiri secara sempurna.
Jika kuku tersebut patah maka akan mengakibatkan luka dan infeksi. Pemotongan kuku pada anak dimulai sejak anak berumur 6 bulan dan selanjutnya dilakukan seperti pada induk betina dan pejantan, yaitu 3-6 bulan sekali.

5). Pemberian telur dan madu
Pemberian telur dan madu ini khusus dilakukan pada domba pejantan pemacek, dengan tujuan untuk meningkatkan stamina, menjaga kesehatan dan memperbanyak sel telur yang dihasilkan. Pemberian telur ini biasanya  diberikan setelah jantan melakukan perkawinan atau pada saat menjelang pejantan tersebut akan turun lapang (diadukan).  Dosis pemberian yaitu 1 telur dicampur dengan madu sebanyajk 3 sendok teh, dan pemberiannya dengan cara dicekokkan.

6). Perbaikan dan pemeliharaan tanduk
Perbaikan tanduk ini jarang dilakukan. Perbaikan tanduk hanya akan dilakukan jika terdapat domba jantan yang tanduknya tidak simetris atau tanduknya rapat sampai menusuk ke lehernya, maka tanduk tersebut segera untuk diperbaiki. Cara perbaikan tanduk masih bersifat tradisional yaitu dengan cara tanduknya dibakar dengan mengggunakan bara api. Sebelum dilakukan pembakaran tanduk, tanduk tersebut diolesi dengan menggunakan kecap yang telah dicampur dengan minyak.

Tujuan pemberian kecap dan minyak pada saat pembakaran yaitu agar tanduk tidak terbakar dan gosong. Pembakaran tanduk ini biasanya dengan menggunakan obor, dimana api ditiup-tiupkan pada bagian tanduk yang akan diperbaiki. Prinsip dari pembakaran tersebut yaitu hanya untuk membuat tanduk tidak keras (agar empuk) pada saat diperbaiki (ditarik), jadi dalam proses pembakarannya api diusahakan hanya menghangatkan tanduk saja, api tidak boleh terus mengenai tanduk. Setelah dibakar dan tanduk terasa sudah empuk maka tanduk ditarik atau diperbaiki dengan menggunakan tangan atau besi yang berlubang. Perbaikan tanduk dilakukan pertama kali pada saat ternak mencapai umur minimal 1 tahun (SP).

Usaha Ternak Penggemukan Kambing Jawa


Masyarakat di negara kita ini kebanyakan adalah masyarakat petani dan peternak, namun kebanyakan dari mereka tidak memiliki pengetahuan tentang bisnis peternakan dan pertanian. Ini adalah peluang bagi kita yang tertarik di bisnis peternakan, karena kita memiliki banyak tenaga ahli di desa-desa yang dapat kita manfaatkan dengan mengajak mereka bekerja sama dengan kita sebagai pemodal dan mereka sebagai pekerja dan penyedia lahan. Dengan demikian kita sebagai pengusaha diuntungkan dengan pengiritan modal lahan. begitu pula para pekerja yang merupakan penduduk desa yang ahli dalam peternakan kambing tapi tidak memiliki modal diuntungkan oleh kita para pengusaha yang menyediakan modal untuk mereka dalam bentuk kerja sama, sehingga pihak pengusaha dan peternak sama-sama diuntungkan.

Langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memulai usaha :

Mulailah usaha ternak kambing kurban iedul Adha ini yaitu 5 bulan sebelum iedul Ad’ha tersebut.  Sebulan pertama untuk menyiapkan kandang-kandang dan pembelian kambing umur 10 bulan untuk digemukan, sehingga pada saat hari raya tiba kambing tadi sudah berumur lebih dari setahun dan siap dijual untuk kurban.  
Karena salah satu syarat kambing untuk kurban adalah berumur lebih dari setahun.  Sebaiknya anda membaca juga syarat-syarat dari kambing kurban seperti tidak cacat, tidak sakit, dalam keadaan sehat, dan lain-lain.

Usaha ini dapat kita mulai dengan mencari lokasi yang baik untuk memelihara kambing.  Daerah yang ideal adalah yang sepi jauh dari keramaian, tapi mempunyai fasilitas jalur transportasi untuk mobil, tidak jauh dari daerah tempat tanaman pakan buat ternak. Daerah demikian hanya ada di desa-desa.

Setelah menemukan daerah yang cocok untuk peternakan kambing, carilah penduduk desa daerah tadi yang memiliki lahan yang diinginkan untuk diajak kerja sama dengan menjadikan mereka sebagai peternak dengan perjanjian bagi hasil sehingga dapat mengirit modal lahan atau dengan sistem gaji.  Biasanya orang-orang desa lebih suka sistem gaji, sebab dengan system gaji mereka menerima hasil kerjanya setiap bulan. walaupun sistem bagi untung hasilnya lebih besar namun karena hasil dibagikan pada saat panen mereka akan merasa itu terlalu lama jadi mereka akan lebih suka menerima gaji.  
Begitu pula dengan pemilik lahan, mereka akan lebih suka dengan system sewa daripada sistem bagi hasil. Ini juga disebabkan oleh minimnya jiwa ataupun ilmu bisnis mereka sehingga mereka lebih suka menjadi pekerja daripada menjadi partner kerja.

Setelah sepakat dengan pemilik lahan dengan harga sewa yang diinginkan, mulailah mencari kambing yang akan digemukkan ke peternak-peternak rumahan ataupun ke pasar-pasar hewan. Tapi kambing-kambimg tadi jangan langsung dibeli.  Setelah memeriksa dan menemui kambing yang cocok (sehat, bagus, berumur 10 bulan, harga sesuai) dikasih tanda dan uang muka saja dulu sebagai tanda jadi sisanya dibayar saat pengambilan sebulan kemudian saat kandang dan pekerja sudah disiapkan. Ini bertujuan agar tidak tergesa-gesa dalam membeli kambing yang akan digemukkan. Dengan tidak tergesa-gesa akan didapatkan kambing yang baik sesuai yang diinginkan dengan harga yang murah juga sebab kita punya banyak waktu untuk menego harga.

Pilihlah jenis kambing jawa randu.  Sebenarnya jenis kambing gibas juga bisa, hanya saja akan lebih repot dalam pemeliharaannya. Sebab harus rajin mencukur bulu-bulunya, sementara kambing jawa hanya butuh perawatan kebersihan kandang dan makanan saja sehingga lebih praktis.  Buatlah kandang dengan ukuran 6 x 6 meter untuk kapasitas 20 ekor kambing per kandang, kandang di sekat per kamar per seekor kambing dengan ukuran 150cm x 60cm, dengan tujuan agar tidak terjadi perkelahian yang dapat mencederai. Maka dibutuhkan 5 unit kandang untuk 100 ekor kambing. Penargetan 100 ekor kambing bertujuan agar mendapatkan keuntungan yang layak, karena semakin banyak jumlah kambing yang digemukkan makin banyak pula keuntungan yang dihasilkan. 

Tapi tergantung dari besarnya modal yang dimiliki. (Di sini akan dibahas penggemukan 100 ekor kambing sebagai barometer akan dihitung per kandang yaitu untuk 20 ekor kambing). Kandang tadi menghadap ke timur atau ke barat agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup supaya tidak lembab.

Buatlah rumah semi permanen untuk dijadikan basecamp dan gudang tempat menyimpan peralatan, sumur bor untuk kebutuhan air dan buatlah pagar pembatas wilayah peternakan agar keamanan terjamin.
Carilah dua orang pekerja yang akan bertugas sebagai peternak dan pencari pakan yang rajin dan memiliki pengalaman beternak dan siapkanlah peralatan mereka seperti cangkul, sekop, arit, sepatu bot, dll.

Buatlah perjanjian jika mereka bekerja tidak rajin atau melakukan kesalahan mereka akan diberi peringatan 1, 2, dan ketiga kalinya dipecat. Jika mereka melakukan kesalahan yang mengakibatkan kambing mati, mereka harus bertanggung jawab dengan ganti rugi dengan pemotongan gaji sesuai harga kambing yang mati.

Setelah semua langkah tadi selesai dilaksanakan dan para peternak mulai bekerja, mulailah menyebarkan pamflet ke masjid-masjid atau membuat iklan di website-website yang menyediakan iklan gratis seperti www.pengusahamuslim.com, dll, untuk mempermudah penjualan nantinya.

Proses kerja dalam usaha ini adalah :

Mengontrol setiap hari para pekerja dan hewan ternak agar didapatkan hasil yang maksimal dan menangani langsung jika terjadi masalah.  Setiap pekerja bertanggung jawab atas 50 ekor kambing. sebelum pekerja-pekerja tadi berangkat mencari pangan ke hutan mereka harus membersihkan kotoran ternak untuk dimasukkan ke dalam karung-karung. Kemudian memberi makan ternak dengan sisa pakan kemarin. Para pekerja pergi mencari pakan dua kali sehari, yaitu : 

1- Pada waktu pagi setelah membersihkan kandang dan kembali membawa pakan ternak (dedaunan dan rerumputan) siangnya pada waktu makan siang, pakan tadi ditaruh dulu tidak langsung diberikan kepada ternak. Setelah itu biarkan mereka pulang istirahat dan makan siang ke rumah masing-masing selama satu jam.   Setelah mereka (pekerja) balik dari istirahat barulah pakan tadi diberikan ke ternak untuk dimakan, ini bertujuan agar pakan tadi layu terlebih dahulu. Jika pakan diberikan ke ternak dalam keadaan segar akan mengakibatkan perut ternak kembung karena masih banyaknya kadar gas pada pakan tadi.

2- Setelah memberi makan ternak para pekerja berangkat lagi mencari pakan dan kembali membawa pakan pada sore harinya. Pakan ditaruh dulu kemudian mereka (para pekerja) istirahat solat Asar selama setengah jam, setelah itu memberi makan hewan ternak. sisakan secukupnya pakan untuk diberikan keesokan pagi hari setelah membersihkan kotoran ternak sebelum berangkat lagi mencari pakan.

3- Mengikuti organisasi ternak setempat agar mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat buat usaha ternak ini. Biasanya dengan mengikuti organisasi peternak kita mendapatkan informasi bantuan dari pemerintah berupa pelayanan kesehatan ternak geratis. Mengikuti organisasi peternak juga dapat mempermudah informasi pemasaran.

4- Menjaga agar kandang tetap bersih dan kering agar tidak ada parasit-parasit yang dapat hidup di udara lembab dan basah. Ini untuk menghindari penyakit kulit yang biasa diderita kambing ternak.

Agar mendapat keuntungan yang layak maka dibutuhkan minimal 100 ekor kambing untuk digemukkan, sebab keuntungan diterima setahun sekali. Perhitungannya adalah per seekor kambing akan didapatkan keuntungan Rp 800.000,- jadi jika 100 ekor kambing keuntungannya berjumlah Rp 80.000.000,-.  Artinya dengan 100 ekor kambing perbulan dapat dihasilkan keuntungan Rp 6.666.700,-(80jt : 12). Semakin banyak jumlah kambingnya maka semakin banyak keuntungan yang dihasilkan. Tentunya semakin banyak pula modal yang dibutuhkan. 

Penentuan jumlah kambing minimal 100 ekor diperhitungkan agar bisa didapat keuntungan Rp 6.666.700,- per bulan supaya keuntungan tersebut dapat layak membiayai kebutuhan hidup yang semakin mahal. Sehingga bisa focus dalam usaha ini selama menunggu hari raya tahun berikutnya. Tapi perhitungan keuntungan Rp 6.6juta per bulan tersebut hanya sebagai biaya untuk pemeliharaan kambing selanjutnya selama setahun kedepan. Kita bebas mengelola keuntungan sebesar Rp80jt per tahun tersebut selama menunggu hari raya kurban yang berikutnya. Untuk perincian perhitungan keuntungan, pengeluaran dan lain-lain akan dibahas berikutnya.

Menjual kotoran ternak kepada petani untuk dijadikan pupuk, kemudian hasil penjualan tadi dibelikan makanan konsentrat (dedak, ampas tempe, limbah jagung, dan ampas tahu)

Membeli bibit kambing yang sapih (baru selesai menyusui) untuk dipelihara satu tahun sebulan sebelum panen dengan cara memberi uang muka (seperti cara pembelian pertama)

Modal yang dibutuhkan dan untuk apa saja modal tersebut
• Biaya sewa tanah Rp20.000.000,-untuk sewa 10 tahun.
• Biaya pembuatan 5 kandang Rp 30.000.000,-.
• Biaya pembelian 100 ekor kambing jantan berumur 10 bulan Rp 70.000.000,-
• Biaya pembuatan basecamp Rp 6.000.000,-
• Biaya pembuatan sumur bor Rp 2.000.000,-
• Biaya gaji 2 orang pekerja selama 4bulan kerja per orang per bulan Rp1.000.000,- total 2 orang selama 4 bulan Rp8.000.000,-
• Total jumlah modal yang dikeluarkan : Rp 136.000.000,-

• Setelah lima bulan tepatnya pada saat penjualan Iedul Adha pertama akan didapatkan hasil penjualan 100 ekor kambing sebesar Rp150.000.000,- dengan penjualan Rp1.500.000,- per kambing.

Keuntungan yang di dapat pada setiap tahunnya
Hasil penjualan 100 ekor kambing adalah Rp150.000.000,- dengan penjualan per ekor kambing Rp1.500.000,- dikurangi pengeluaran untuk usaha setahun berikutnya:

• Pembelian 100 ekor kambing sapih (baru selesai menyusui) biasanya berumur 3 bulan @Rp 400.000,- sama dengan Rp 40.000.000,-
• Gaji 2 orang pekerja selama satu tahun masing-masing Rp1.000.000,- per bulan sama dengan 2 jt kali 12 sama dengan Rp24.000.000,-
• Uang jaga-jaga untuk kesehatan dan tambahan pakan Rp15.000.000,-(10% dari jumlah uang Rp150.000.000,-) .

• Total pengeluaran selama setiap setahun berikut Rp 79.000.000,-

• Jadi keuntungan yang dihasilkan setiap tahun: Rp150.000.000,- dikurangi Rp 79.000.000,- sama dengan Rp 71.000.000,-

Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari yang dihitung tadi usahakanlah agar kambing peliharaan menjadi sehat-sehat dan gemuk-gemuk agar dapat dijual dengan harga lebih mahal sehingga mendapat untung lebih banyak.

Pemasaran

Karena usaha ternak ini ditujukan untuk penjualan pada hari raya kurban, maka pemasarannya tidak terlalu sulit.  Sebab ternak tersebut dibutuhkan oleh orang-orang yang mau mengadakan kurban. Jadi pasarnya sangat prospektif.  Namun tetap diadakan penawaran pemasaran melalui pamflet-pamflet agar dikenal dan dapat bersaing, sebab pasti banyak juga yang melihat peluang ini dan menjadi pesaing. Kemudian buatlah iklan-iklan di website jauh hari sebelum Iedul Adha tiba. Usahakan mengiklankan di website yang menyediakan iklan gratis untuk memperkecil biaya pengeluaran.

Penutup

Berusahalah agar perhitungan diatas dapat sesuai dicapai, namun jika ternyata kurang sesuai maka janganlah putus asa. Berusahalah memperbaiki diri agar mendapatkan hasil yang lebih dan lebih. Walaupun usaha ini adalah hasilnya musiman tapi harus focus agar dapat hasil maksimal. Tetaplah berfikiran untuk maju dengan ide-ide baru yang menguntungkan kemudian berdoa dan pasrah kepada Allah supaya mendapatkan rizki yang banyak dan berkah. Amin! 

Analisa Usaha Penggemukan Domba


Asumsi Usaha penggemukan domba
  • penggemukan per unit kandang berisi 15 ekor
  • masa penggemukan 90 hari (1 periode)
  • berat awal rata-rata 17 kg/ekor
  • berat akhir pemeliharaan rata-rata 35 kg/ekor dengan persentase karkas 45% harga karkas (disembelih) Rp. 60.000,-,
  • harga jual hasil penggemukan Rp. 1.500.000,-/ekor
  • harga bibit/bakalan Rp. 600.000/ekor
  • umur ekonomis kandang dan peralatan selama 30 periode
  • harga kotoran (pupuk) bernilai Rp. 300.000/ periode pemeliharaan


1. BIAYA


Uraian Jumlah (Rp)
A. Biaya Investasi  
1. Kandang            6,000,000
2. Peralatan            1,000,000
Total Biaya Investasi            7,000,000
   
B. Biaya Tetap  
1. Penyusutan Kandang (Rp 6.000.000,- / 30)                200,000
2. Penyusutan Peralatan (Rp 1.000.000,- / 30)                  33,000
Total Biaya Tetap                233,000
   
C. Biaya Variabel  
1. Biaya Bibit Bakalan (15 ekor x Rp 600.000)            9,000,000
2. Hijauan Pakan Ternak (90 hr x 15 ekor x 4 kg x Rp 500)            2,700,000
3. Pakan Konsentrat (90 hr x 15 ekor x 0.25 kg x Rp 2000)                675,000
4. Obat-obatan (15 ekor x Rp 5.000)                  75,000
5. Upah Tenaga Kerja (1 orgx0.5 HKx3 blnxRp 1.000.000)            1,500,000
6. Listrik                 150,000
7. Air                100,000
8. Transportasi                400,000
Total Biaya Variabel          14,600,000
   
D. Biaya Total (Biaya Tetap + Biaya Variabel)          14,833,000
   
E. Modal Usaha (Biaya Investasi + Biaya Total)          21,833,000



2. PENERIMAAN


No Uraian Jumlah
1 15 ekor x Rp 1.500.000,- 22,500,000
2 Kotoran (Pupuk kandang) 300,000
Total 22,800,000



3. ANALISA LABA - RUGI (bila dijual hidup)

Keuntungan = Hasil Penerimaan - Biaya Total (22.800.000 - 14.833.000) = Rp. 7.967.000,-




4. KEUNTUNGAN (bila dijual dalam bentuk karkas / daging)

 - Tambahan biaya pemotongan (15 ekor x Rp. 50.000,-)            = Rp     750.000
 - Penerimaan:
   a. nilai karkas (15 ekor x 0,45 x 35kg x Rp.60.000)                 = Rp 14.175.000
   b. kulit dan jeroan (15 ekor x Rp. 200.000)                              = Rp   3.000.000
   c. nilai kotoran (pupuk)                                                             = Rp      300.000

                Total                                                                              Rp. 17.475.000


Keuntungan Rp.17.475.000 - Rp.750.000 - Rp.14.833.000    = Rp.    1.892.000





Beberapa Tips untuk Keberhasilan Usaha Ternak Domba


Berikut adalah beberapa saran dalam usaha penggemukan domba

1.      Umur domba belum berumur satu tahun
Pada usia itu pertumbuhan domba sedang mencapai fase pertumbuhan cepat, dimana pakan akan dikonversikan menjadi daging.
Pada usia lebih dari satu tahun, pakan akan mulai dikonversikan menjadi lemak, yang tidak diharapkan oleh peternak.

2.      Domba yang digemukkan adalah domba jantan.
Domba jantan mempunyai pertambahan bobot badan yang lebih tinggi daripada domba betina karena hormon testosteron yang dimilikinya.


3.      Kandang yang digunakan kandang dengan tipe panggung karena kotoran lebih mudah dibersihkan.
Kotoran tidak boleh menumpuk di bawah kandang karena kandungan amonia dapat menggangu pernapasan domba dan dapat menyebabkan penyakit paru-paru.
Domba yang terserang penyakit paru-paru bobot badannya tidak dapat naik, bahkan cenderung menurun dan dapat menyebabkan kematian.


4.      Kotoran yang terkumpul tidak perlu dibuang karena dapat diolah lebih lanjut.
      Pengolahan kotoran dapat dilakukan dengan dua cara:
  1. sistem terbuka: kotoran dibiarkan sekitar tiga bulan dalam lubang penampung yang tersedia . Cara ini cukup murah dan mudah. Kotoran yang telah tertimbun dapat langsung digunakan sebagai pupuk organic
  2. sistem  tertutup. kotoran ditimbun dalam suatu lubang yang diberi atap dan terhindar dari genangan air.
Pupuk organik ini apabila dijual dapat menjadi penghasilan tambahan bagi peternak tersebut.


5.      Pakan yang diberikan berupa konsentrat dan rumput.
Konsentrat merupakan makanan yang mengandung serat kasar rendah tetapi kandungan zat-zat makanan yang dapat dicerna sebagai sumber utama zat makanan seperti karbohidrat, lemak dan protein tinggi. Apabila konsentrat untuk domba sulit didapatkan, maka dapat diganti dengan konsentrat untuk sapi. Namun apabila konsentrat untuk sapi masih sulit didapatkan, peternak dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan sekitar, semisal dengan menggunakan ampas tahu.
Rumput yang digunakan dapat berupa rumput lapang maupun rumput gajah. Namun apabila menggunakan rumput gajah, rumput perlu dipotong kecil-kecil agar domba lebih mudah dalam mengonsumsi.
Pemberian pakan sebaiknya secara teratur yaitu pagi, siang, dan sore. Pemberian pakan secara sekaligus dapat menyebabkan domba kurang nafsu makan, dan pakan juga lebih mudah busuk. Selain diberi makan, domba juga perlu minum. Pemberian air minum tidak perlu dibatasi atau ad libitum.


6.      Domba hasil penggemukan dapat dijual kepada:
  1. rumah jagal
  2. pembeli perorangan
  3. rumah-rumah makan
  4. pedagang pengumpul.


7.  Apabila domba digemukkan beberapa bulan menjelang hari raya kurban, keuntungan yang didapatkan   
    akan semakin besar sebab saat hari raya kurban permintaan domba melonjak sehingga harga domba 
    tinggi.

Faktor-faktor Kritis pada Keberhasilan Usaha Ternak Domba


Faktor-faktor kritis yang harus diperhatikan dalam usaha pengemukan domba diantaranya adalah:



1.      Pencarian bibit yang berkualitas
Kesalahan dalam memilih bibit domba akan mengganggu proses penggemukan bahkan akan terjadi kegagalan usaha. oleh karena itu perlu perhatian dan kehati-hatian dalam memperoleh bibit domba (bakalan) yang berkualitas

2.      Penyediaan pakan (baik konsentrat, maupun hijauan)
Pakan dalam usaha penggemukan domba merupakan hal yang paling pokok, untuk itu ketersedian pakan baik konsentrat, maupun hijauan (daun-daunan) harus benar-benar diperhatikan



3.      Pengelolaan yang tidak fokus (tidak sekedar sambilan)
Usaha penggemukan domba memerlukan perhatian yang serius, jika usaha ini hanya sekedar sambilan kemungkinan besar usaha ini akan menghadapi kegagalan




 
4.      Pengadministrasian proses penggemukan
Usaha penggemukan biaya berkisar antara 2 - 6 bulan, lemahnya pengadministrasian untuk menjual domba dan membeli bibit dapat merugikan usaha ini.