Sabtu, 28 Juli 2012

Mengenal lebih jauh Rumput Brachiaria humidicola sebagai pakan ternak Domba




Nama latin
Brachiaria humidicola (Rendle) Schweick

Diskripsi tanaman
Tanaman rumput tahunan yang mempunnyai banyak stolon dan rizoma dan membentuk lapisan penutup tanah yang padat. Batang vegetatif prostrate pada bagian bawah dimana dibentuk akar dari buku yang lebih bawah. Helai daun lebar 5-16 mm, dan panjang sampai 25 cm. Tangkai bunga tegak, tinggi 20-60 cm. Inflorescence panjang 7-12 cm, dengan 2-5 tandan, kelompok bunga berbulu.

Penggunaan/pemanfaatan
Ditanam untuk padang gembala permanen dan sebagai penutup tanah untuk menahan erosi dan gulma. Dapat digunakan sebagai hay dan untuk menekan nematoda pada sistem tanaman pangan.

Ekologi

Persyaratan tanah
Tumbuh pada beragam janis tanah mulai dari tanah sangat asam tidak subur (pH 3,5), tanah dengan Alumunium tinggi, tanah liat berat merekah, sampai tanah pasir berbatu pH tinggi. Kebutuhan Ca rendah. Tahan terhadap tanah berpengairan buruk dan sering ditemukan pada tanah liat basah musiman.

Air
B. humidicola memerlukan 1000-4000 mm curah hujan tahunan dengan distribusi yang baik. Kurang baik pada lingkungan <1600 mm curah hujan tahunan dan >6 bulan musim kering. Lebih tahan pada daerah dengan pengairan buruk dan penggenangan jangka pendek dibandingkan dengan rumput lain.

Suhu
B. humidicola tumbuh paling baik pada lingkungan dataran rendah tropis, tetapi dapat juga tumbuh pada ketinggian sampai 1000 m dan dapat ditemukan di daerah dataran rendah pada lintang sampai 27o. Daya tahan suhu beku rendah.

Cahaya
Tumbuh terbaik pada sinar matahari penuh tetapi daya tahan naungan sedang (misalnya dibawah perkebunan kelapa yang sudah tua). Kurang tahan naungan dibanding Stenotaphrum secundatum .
Perkembangan reproduksi
B. humidicola biasanya berbunga pada tengah musim panas dan berbunga dengan lebat pada garis lintang >10o.

Penggembalaan/pemotongan
Tumbuh paling baik dibawah kondisi penggembalaan sedang sampai berat karena kemampuan tumbuh stolon yang sangat kuat, memberi penutupan tanah yang baik meski dibawah kondisi penggembalaan berat. Dibawah kondisi penggembalaan ringan, lapisan daun dan batang yang tebal akan membentuk tumpukan hjjauan berkualitas rendah.

Agronomi

Penanaman
B. humidicola tumbuh dengan cepat dengan potongan batang (stek) yang ditanam dengan jarak 1m x 1m. Juga dapat ditanam dengan menyebarkan stolon diatas tanah yang sudah disiapkan kemudian ditutup sedikit secara merata.
Dapat ditanam dengan biji 2-8 kg/ha (tergantung pada persentasi germinasi). Paling baik bila ditanam pada bedengan yanag sudah disiapkan dengan baik kemudian ditutupi sedikit dengan merata.

Spesies pasangan
B. humidicola tumbuh sangat agresif dan mencegah spesies lain tumbuh sehingga sangat berguna pada penanaman padang gembala di daerah tropis lembab karena dapat menekan pertumbuhan gulma berdaun lebar. Untuk alasan yang sama, tanaman ini tidak cocok ditanam dengan hampir semua jenis legum, tetapi dapat tumbuh baik bersama legum seperti Desmodium heterophyllum , D. heterocarpon subsp. ovalifolium, Arachis spp.

Nilai pakan

Nilai nutrisi
Nilai nutrisi baik (PK 5-17%) mengingat rendahnya kesuburan tanah dimana tanaman ini tumbuh. Kecernaan berkisar dari 48-75%. Biasanya kualitas lebih rendah dibanding spesies Brachiaria yang lain (B. decumbens , B. brizantha atau B. ruziziensis ) dengan kecernaan menurun dengan cepat bila tidak digembalai.

Palatabilitas/kesukaan
Palatabilitas sedang dan langsung dimakan ternak ketikan tanaman dipertahankan tetap rendah dan banyak daun. Palatabilitas dapat menjadi rendah ketika ditanam pada tanah asam tidak subur karena helai daun menjadi sangat berserat dan berpigmen tinggi. Di Malaysia, domba yang digembalakan pada rumput koroniva pada tanah asam tidak subur mengalami luka-luka pada wajah karena tergores ujung daun berserat yang tajam yang perlu dipotong secara teratur.
Fotosensiitisasi telah ditemukan pada kuda yang digemabalakan pada B. humidicola selama 5 bulan. Konsentrasi Ca rendah dan oksalat yang tinggi mungkin juga menyebabkan penyakit "kepala besar" (parathyroidism) pada kuda. Dapat diatasi dengan pemberian pakan mineral yang tepat.

Potensi produksi

Bahan kering
Produksi BK dipegaruhi sangat kuat oleh kesuburan tanah dan berkisar sekitar 7-34 ton/ha/tahun.

Produksi ternak
Dapat memberikan kenaikan berat badan yang tinggi per hektar karena tanaman ini dapat menahan tingkat penggembalaan yang tinggi. Di Panama, padang gembala murni digembalai dengan 4 ekor/ha, memberikan kenaikan berat badan 0,32 kg/ekor/hari dan 501 kg/ha/tahun sementara dengan Pueraria phaseoloides , kenaikan berat badan ternak adalah 0,38 kg/ekor/hari dan 585 kg/ha/tahun.
Didaerah tropis lembab di Vanuatu, ternak digembalakan pada padang gembala rumput koroniva/legum mendapat kenaikan berat badan 0,74, 0,68 dan 0,55 kg/ekor/hari pada tingkat penggembalaan masing-masing 2, 2,5 dan 3,5 ekor/ha, selama masa penggembalaan 2 tahun.

Produksi biji
Biji dapat dipanen tangan. Panen dapat mencapai sekitar 200-300 kg/ha. Biji mungkin dorrman selama 9 bulan dan harus disimpan dalam suhu rendah dan kondisi kelembaban rendah untuk mencegah penurunan kualitas biji, yang bisa sangat parah.
Pembentukan bunga terbatas dan produksi biji rendah pada garis lintang rendah.

Keunggulan
  • Tumbuh baik pada tanah tidak subur.
  • Mudah ditanam dan menyebar dengan cepat dengan potongan batang.
  • Kemampuan sangat baik untuk menekan gulma.
  • Tetap menutup tanah dengan baik dibawah kondisi penggembalaan berat.
  • Daya tahan memadai terhadap spittlebugs.
  • Kenaikan berat badan per ha tinggi karena kemampuannya untuk mendukung tingkat penggembalaan yang tinggi.
Keterbatasan
  • Kurang disukai ternak, terutama domba.
  • Sulit mempertahankan legum yang ditanam bersama.
  • Memerlukan penggembalaan/pemotongan yang sering untuk mempertahankan kualitas.
  • Rentan terhadap penyakit karat.
  • Kualitas lebih rendah dibanding Brachiaria spp lain.
Pustaka pilihan
CIAT (1992). Pastures for the Tropical Lowlands. CIAT, Cali, Colombia.
Miles, J.W., Maass, B.L. and do Valle, C.B. (eds) (1996) Brachiaria: Biology, Agronomy and Improvement. CIAT, Cali, Colombia.
Schultze-Kraft, R. and Teitzel, J.K. (1992) Brachiaria humidicola (Rendle) Schweick. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 62-64. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).
Thomas, D. and Grof, B. (1986) Some pasture species for the tropical savannas of South America. III. Andropogon gayanus , Brachiaria species and Panicum maximum . Herbage Abstracts, 56, 557-565.

Kaitan Internet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar